PENGOLAHAN TANAMAN HANJELI SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TRADISIONAL BERBASIS ILMIAH BAGI BADUY LUAR
Keywords:
hanjeli, pengobatan tradisional, edukasi komunitas, Baduy, tanaman obatAbstract
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan kembali tanaman hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) sebagai alternatif pengobatan tradisional yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Masyarakat Baduy Luar yang memiliki warisan budaya dan ketergantungan pada sumber alam menjadi sasaran ideal untuk mengembangkan pemanfaatan hanjeli, tidak hanya sebagai pangan, tetapi juga sebagai bahan obat tradisional. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Juni 2025 di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, selama tiga jam (13.00–16.00 WIB) dengan metode partisipatif-edukatif. Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanaman hanjeli, kandungan gizi, manfaat farmakologis, serta praktik langsung pengolahan hanjeli menjadi produk herbal seperti teh, bubur, dan serbuk simplisia. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan: 85% peserta memahami manfaat hanjeli setelah pelatihan, dan 90% tertarik mengolahnya secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian tanaman obat lokal dan membuka peluang pengembangan produk herbal berbasis komunitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pengetahuan lokal dan ilmiah dapat mendorong pelestarian budaya sekaligus mendukung kemandirian ekonomi dan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL INOVASI PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA (JIPMI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


