PENTINGNYA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI SEBAGAI UPAYA PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KELURAHAN PANINGGILAN, CILEDUG, TANGERANG
DOI:
https://doi.org/10.63448/db5n7g06Kata Kunci:
Kontrasepsi, Penyuluhan, Pasca melahirkanAbstrak
Pola pemilihan jenis alat kontrasepsi di Provinsi Banten pada tahun 2022, menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor memilih menggunakan metode suntik sebesar 72,9%, diikuti oleh pil sebesar 19,4%. Jika dilihat dari efektivitas, kedua jenis alat ini termasuk metode kontrasepsi jangka pendek sehingga tingkat efektifitas dalam pengendalian kehamilan lebih rendah dibandingkan jenis kontrasepsi lainnya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kontrasepsi pasca melahirkan. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan penyuluhan yang diberikan kepada para ibu di Kelurahan Paninggilan, Ciledug, Tangerang. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan penyuluhan yang diberikan kepada ibu-ibu di Desa Sumber Agung. Penyuluhan dilakukan secara langsung dengan menggunakan media edukasi seperti powerpoint dan leaflet dengan metode diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan ibu sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu tentang kontrasepsi pasca melahirkan dari pengetahuan. Edukasi sejak dini yaitu saat ibu hamil dan dikuatkan kembali saat pasca melahirkan akan meningkatkan pemahaman ibu dan meningkatkan partisipasi ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal inovasi pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.