PENGUATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN AWAL AIR RUMAH TANGGA MELALUI TEKNOLOGI SABERSIH

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.63448/nxacsv85

Kata Kunci:

pengolahan air rumah tangga, pemberdayaan masyarakat, filtrasi, keterampilan perakitan

Abstrak

Rumah tangga di wilayah rawan banjir membutuhkan pilihan pengolahan air yang mudah dijangkau dan informasi tentang keterbatasannya. Kegiatan pengabdian memperkenalkan SABERSIH, filter ember gravitasi berbahan lokal, kepada 30 warga Desa Teluk 
Selong Ulu, Kabupaten Banjar, pada Juli–Agustus 2025. Kegiatan mencakup diskusi kebutuhan, edukasi, demonstrasi, dan praktik perakitan dalam enam kelompok. Evaluasi menggunakan tes pengetahuan 15 butir, lembar keterampilan delapan kriteria, kuesioner 
persepsi, serta analisis satu sampel air sungai sebelum dan sesudah filtrasi. Rerata pengetahuan yang dilaporkan meningkat dari 61,3 menjadi 85,7, dengan kenaikan 24,4 poin; sebanyak 26 peserta (86,7%) memenuhi kriteria perakitan. Kekeruhan turun dari 156,4 menjadi 18,7 NTU, disertai penurunan warna, besi, padatan terlarut, dan total koliform. Koliform yang masih terdeteksi dan kekeruhan tersisa menunjukkan bahwa filtrasi belum membuktikan keamanan air minum. Sebanyak 27 peserta (90%) menyatakan kesediaan membuat alat, tetapi adopsi rumah tangga belum dipantau. Hasil merupakan capaian awal dengan keterbatasan dokumentasi instrumen dan pengulangan uji. Klarifikasi teknis, pengolahan lanjutan yang terverifikasi, dan pemantauan rumah tangga diperlukan sebelum penerapan lebih luas. 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Diterbitkan

2026-10-31

Cara Mengutip

PENGUATAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN AWAL AIR RUMAH TANGGA MELALUI TEKNOLOGI SABERSIH. (2026). Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Indonesia (JIPMI), 2(2), 73-84. https://doi.org/10.63448/nxacsv85

Artikel Serupa

1-10 dari 15

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.