Strategi Komunikasi Bisnis Digital Adaptif Bagi UMKM Muda Di Baduy Luar
Keywords:
UMKM Muda, Baduy Luar, Komunikasi Bisnis, Digitalisasi, Strategi, Adaptif, Kearifan Lokal.Abstract
Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam pola komunikasi dan strategi pemasaran di berbagai sektor, termasuk pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di komunitas Baduy Luar, generasi muda pelaku UMKM mulai menunjukkan kecenderungan adaptif terhadap media digital sebagai sarana komunikasi bisnis. Pergeseran ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas akses pasar, tetapi juga menjadi strategi dalam mempertahankan dan memperkuat identitas budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi bisnis digital adaptif yang diterapkan oleh UMKM muda di Baduy Luar dalam merespons tantangan modernitas tanpa mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap pelaku usaha lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM muda di Baduy Luar memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok secara selektif untuk mempromosikan produk sambil tetap menjaga narasi budaya. Strategi adaptif ini mencerminkan upaya mereka dalam menjembatani nilai tradisi dengan tuntutan era digital, sekaligus membentuk identitas bisnis yang unik dan berakar pada kearifan lokal.
Downloads
References
Hamdani. (2020). Mengenal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Lebih Dekat. Deepublish.
Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2021). Profil UMKM Indonesia 2020–2021. https://kemenkopukm.go.id
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Nurhayati, R., & Sari, P. A. (2023). Digitalisasi UMKM berbasis kearifan lokal di Bali. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 101–115. https://doi.org/10.22225/jpm.v5i2.1234
Prasetyo, E., & Hermawan, Y. (2022). Strategi komunikasi bisnis digital dalam pengembangan UMKM. Jurnal Komunikasi Bisnis, 9(1), 55–70. https://doi.org/10.20473/jkb.v9i1.4567
Putra, D. K. (2021). Peran media sosial dalam pemasaran produk UMKM selama pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(3), 215–230.
Raharjo, B., & Suryanto, A. (2020). Tantangan transformasi digital pada UMKM di wilayah perdesaan. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 14(2), 87–99.
Rinaldi, Y., & Fatimah, N. (2021). Transformasi digital dalam komunitas adat: Studi kasus masyarakat Dayak. Jurnal Sosioteknologi, 20(1), 45–60. https://doi.org/10.5614/sostek.v20i1.8899
Setiawan, A. (2022). Storytelling dalam pemasaran digital produk budaya lokal. Jurnal Komunikasi Kontemporer, 6(1), 33–47.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulistyawati, N. M. (2022). Komunikasi budaya dalam promosi produk lokal Bali. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Pariwisata, 3(1), 21–35.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38744


